Showing posts with label heed. Show all posts
Showing posts with label heed. Show all posts

Monday, April 23, 2012

http://www.youtube.com/watch?v=RAsVtswC4Zg&feature=related

Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Atur sepuluh daktil batal yang batil
Detik dua usul ditutup satu lagi tampil
Dari halaman rusuk kiri satu susuk ganjil
Minta diisolasi dari dalil busuk jahil
Aspirasi tak serasi dengan suara bunyi
Inkarserasi dari penghuni dan keluarga bumi
Surat wasiatnya atas paksi dalam rumi
Minta dikebumikan hidup-hidup dalam guni
Mana cepat terbang atau warna gelang tangan
Buah fikiran aneh tergantung di persimpangan
Halusinasi susuli ketandusan ihsan
Ubat parut auditori kesan artileri insan
Gagal dikesan
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Timbul tenggelam, timbul tenggelam
Acapkali terpendam, acapkali tersergam
Cermin muka kopak penuh bintik hitam silam
Ini bukan lagu rindu ini madah dendam
Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu
Maafkan mereka, mereka tidak tahu
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Mereka tidak fasih malah fasik guna kata
Kita kongsi nama bangsa tapi tidak kasta bahasa
Maafkan mereka, mereka tiada nilai
Ibu bapa lalai dari kecil dah diabai
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati
Atas kepala murai sekawan
Baling ku ramit kucup lehernya
Terlalu rahi dendam di angan
Sampai terkacip mulut mahirnya
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Jangan ahli sihir seru nama maharaja
Nanti segerombolan hantu bisu yang menjelma
Guna hak berfikir sebelum hak untuk bersuara
Kalau terpelajar sila guna hak miranda
Pura-pura dengar, telan tapi tidak hadam
Hafaz bila lafaz tapi mereka tidak faham
Mereka mula kiri, aku kanan bila baca
Sudah mahir rumi, mari tafsir alif ba ta
(Alif)
Ada teratak di hujung kampung
(Ba)
Bawah cermin kopak ada kotak
(Ta)
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan

mind sharing your own interpretation for this song?
personally, it tooks me while to refelct on its meaning..
let's share on it, should we?

Monday, February 20, 2012

Messing with Colours


Colours of life – beauty or a mess?

Wide prospect of colour spectrum
Hides the hideous lie beneath its cherish
Willing to convey the beauty of the nature
Amidst the harshness, the pollution, the devastating cruelty of the hands
Those reach beyond the soul of screaming children
Innocent women, and old folks..

Black and white
Either dull of pure
Outline the life of organisms
That strive upon the path of dunya
To survive in the eternal hereafter

Red and orange
Thee warmness reassures
the boldness and hope that one possess
The quality that is long for
For each of the good forces of human being
Belong in deep inner thought of each of us

Yellow and green
Either Pro or Cons
Such a controversial faces..
Initially represents trust and tranquility…
Being tarnish by the spreading of bad mouth and rumours..
That shouldn’t be ransacked by the words of media
Don’t you take heed?

Blue, indigo and purple
Calmness, intellectual value and wisdomness
Being tarnish upon the political agenda
Lissomness of propaganda
Spread by opportunist

Now, put on your thinking hat
And justify yourself
Do we really need to mess up the beautiful and elegant colours of rainbow
With our own personal agenda
Or even causing turmoil in the true nature of life
should we?
let's strive for the development of Ummah~ instead of having endless argument, but lets be under one roof so that we'll be able to gain his Mardhatillah.. isn't this is a beauty that we should fight for? @_@

p/s: the victims? 
(courtesy: Matluthfi90..thanx bro!)